Senin, 30 September 2013

TEKNOLOGI INFORMASI, Manfaat dan Keburukannya


 

Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi informasipun ikut ber­­kem­bang dengan pesatnya. Dengan perkembangannya terse­but, ber­ba­gai macam ke­gia­tan atau pekerjaan manusia pun sudah da­pat digantikan de­ngan mesin-mesin otomatis. Pada awalnya, manusia ha­rus mengeluarkan kemampuan fisik yang cukup besar untuk mela­ku­­kan kegiatan atau peker­jaan, tetapi sekarang sudah ti­dak lagi. Per­kem­bangan teknologi informasi sudah berkembang sangat pesat dan te­lah dirasakan memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan manusia.
Dalam uraian singkat ini akan dijelaskan secara ringkas dan se­derhana tentang teknologi informasi, sejarah singkatnya dan beberapa dam­­pak yang mem­pengaruhi pada beberapa bidang kehidupan manusia.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
Perkembangan kebudayaan manusia menciptakan berbagai ke­mudah­an. Perkembangan budaya itu telah menjadi sebuah alat evolusi yang baru. Budaya sendiri memiliki beberapa aspek, di antaranya ilmu pengetahuan dan teknologi. Teknologi berkembang lebih dahulu, se­men­jak manusia meng­geng­gam batu dan memakainya sebagai alat. Mula-mula hanya batu alam yang agak tajam. Lama kelamaan ma­nu­sia menemukan cara untuk mem­­buat sendiri batu yang lebih tajam dan tentunya lebih baik. Cara membuat “kapak” batu ini diteruskan tu­run temurun. Begitu pula dengan tek­nologi lainnya. Anak manusia se­lama masa kanak-kanaknya, masa bergantung kepada manusia dewa­sa, dapat mempelajari budaya ini pada waktu luangnya.
Cara hidup berkelompok juga adalah salah satu budaya yang di­kem­bangkan manusia. Apakah suatu kelompok mampu bertahan atau tidak di­tentukan oleh budaya yang dikembangkan oleh kelompoknya. Kelompok yang sukses bertahan dan berkembang, yang lemah hilang ditelan waktu atau dikuasai oleh kelompok yang lebih kuat. Nasib ma­nusia selamanya ter­gan­tung pada kemampuan ber­pikirnya.
Sejarah dunia telah menunjukkan peradaban yang lebih maju me­nak­lukkan peradaban yang lebih terbelakang. Yang menang selan­jutnya bisa sa­ja ditaklukkan oleh peradaban lain lagi yang lebih maju. Kadangkala terjadi pengecualian di mana bangsa barbar mampu me­nak­lukkan bangsa yang lebih maju seperti pada kasus invasi Mongol pada masa Genghis Khan. Pada intinya yang kuat bertahan, yang le­mah ditaklukkan.
Teknologi bisa menjadi penentu kemenangan yang berarti. Jika dua suku berperang, satu suku memakai tombak batu dengan perisai kulit dan yang lain tombak dan perisai perunggu, sudah jelas ke­me­nangan ada di pi­hak mana. Hal yang jelas terlihat pada invasi Spanyol ke “Dunia Baru”, me­nak­lukkan suku liar yang bahkan tidak mengenal kuda dengan pasukan kavaleri, pedang dan mesiu. Hasilnya menge­rikan!
Ilmu pengetahuan, menjadi perintis yang membuat kemajuan tekno­logi menjadi lebih pesat dan tak terbayangkan. Ia melampaui batas-batas praktis ke ranah abstrak yang sulit dijangkau pikiran. Ilmu pe­ngetahuan sen­diri sebenarnya baru berkembang pada dua milenium terakhir. Namun bisa kita lihat sendiri betapa pesatnya perkembangan yang terjadi pada dua milenium terakhir ini.
Ilmu pengetahuan pun tidak berjalan linear. Ia dapat timbul dan teng­ge­lam. Ia hanyut bersama dalam perkembangan peradaban ma­nusia. Kapal dengan lambung melengkung yang merajai Medi­tera­nia di jaman Yunani kuno hilang ditelan peradaban dan baru ditemu­kan kem­bali pada era eks­plorasi pada abad per­tengahan.
Rahmat atau kutukan
Ilmu pengetahuan dan teknologi dari awal mulanya memang di­peruntukkan bagi kemudahan hidup manusia. Teknologi menjadi per­pan­­jang­an tangan manusia dalam menaklukkan alam. Ia juga meng­ubah ling­kungan menjadi lebih enak untuk ditinggali. Bepergian tidak la­­gi sulit seperti dulu. Begitu pula dengan komunikasi yang berlang­sung dengan sekejab mata. Di lain pihak manusia semakin bergantung pada teknologi. Padamnya listrik misalnya, mampu melumpuhkan se­luruh aspek kehidupan.
 Gaya hidup pun berubah, Saat ini banyak orang yang tak mam­pu hidup tanpa handphone dan televisi. Kita tidak tahu apakah jari-jari manusia akan kehilangan fungsinya karena yang dipakai hanya jempol baik untuk mengirim SMS atau bermain PlayStation.
Persoalan yang lebih besar bahkan lebih banyak. Kita ber­hada­pan de­ngan pemanasan global dan juga kepunahan species. Mau tidak mau harus diakui bahwa manusia berkontribusi atas semua perubahan ini. Belum lagi perdebatan mengenai kloning, stem cell, dan segala ma­cam rekayasa ge­ne­tika. Revolusi informasi menghubungkan seluruh dunia yang membuat in­for­masi tersebar dengan cepat yang membuat tiada lagi tempat bersembunyi. Bagaimana kita menyikapi semua ini. Apakah ini rahmat atau kutukan? Apa­kah ilmu pengetahuan seperti kotak pandora yang setelah dibuka tak dapat dikendalikan.

Pengertian Teknologi Informasi.
          Teknologi Informasi adalah istilah umum yang menjelaskan tek­nologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, meng­ko­munikasikan dan/atau menyebarkan informasi. Teknologi Informasi menyatukan komputasi dan komunikasi berke­ce­patan tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh dari Teknologi Infor­masi bukan hanya berupa kom­puter pribadi, tetapi juga telepon, TV, per­alatan rumah tangga elektronik, dan piranti genggam modern (misalnya ponsel, dan banyak lagi lainnya).
Sejarah Singkat Teknologi Informasi.
           Pada awal sejarah peradaban, manusia bertukar informasi me­lalui bahasa. Oleh karena itu banyak ahli menyatakan bahasa adalah tergolong teknologi. Bahasa memungkinkan seseorang memahami in­formasi yang di­sampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disam­paikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim me­nyam­paikan informasi melalui ucapan­nya, itu saja. Setelah ucapan itu sele­sai, maka informasi yang berada di ta­ngan si penerima akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun ma­sih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali.
          Setelah era teknologi penyampaian informasi seperti itu, tek­nologi pe­nyam­paian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jang­kauan informasi bisa lebih jauh. Gambar bisa dibawa-ba­wa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan zaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (men­coba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.
       Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyam­pai­an informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau de­ngan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti de­ngan 1943. Teknologi de­ngan alfabet ini memudahkan dalam penu­lisan informasi.
        Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman in­for­masi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, televisi, kom­puter meng­akibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan..
Dampak positif dan dampak negatif.
Dampak positif dan negatif dari perkembangan teknologi informasi dilihat dari berbagai bidang:
1.    Bidang Informasi dan komunikasi
Dalam bidang informasi dan komunikasi telah terjadi kemajuan yang sangat pesat. Dari kemajuan itu dapat kita rasakan dampak positipnya antara lain:
a.    Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang aku­rat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui internet.
b. Kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui handphone
c.  Kita mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah. Dan lain-lain.
Disamping keuntungan-keuntungan yang kita peroleh ternyata kema­ju­an  teknologi tersebut dimanfaatkan juga untuk hal-hal yang negatif, antara lain:
a.    Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris.
b.    Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah gunakan fihak tertentu untuk tujuan tertentu.
c.     Kerahasiaan alat tes semakin terancam. Melalui internet kita dapat memperoleh informasi tentang tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara langsung dari internet.
d.    Kecemasan teknologi, Selain itu ada kecemasan skala kecil akibat teknologi komputer. Kerusakan komputer karena ter­se­rang virus, kehilangan berbagai file penting dalam komputer inilah beberapa contoh stres yang terjadi karena teknologi. Rusaknya modem internet karena disambar petir.

2.  Bidang Ekonomi dan Industri
Dalam bidang ekonomi teknologi berkembang sangat pesat. Dari ke­ma­juan teknologi dapat kita rasakan manfaat positifnya antara lain:
a.    Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
b.    Terjadinya industrialisasi
c.     Produktifitas dunia industri semakin meningkat.
Kemajuan teknologi akan peningkatkan kemampuan produktivitas du­nia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang berlangsung secara besar-be­saran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi di dunia industri akan semakin penting. Tanda-tanda telah menunjukkan bahwa akan se­gera muncul tek­no­logi bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual me­la­ku­kan kontak langsung dengan pabrik sehingga pela­ya­n­an dapat dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi, yang lebih penting konsumen tidak perlu pergi ke toko. Per­saing­an dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki. Kecenderungan per­kem­­bangan teknologi dan ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan. Kualifikasi te­naga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan meng­alami perubahan yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu men­transformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan kebu­tuhan tenaga kerja yang selalu ber­ubah tersebut.
Di bidang kedokteran dan kemajauan ekonomi mampu menjadikan pro­duk kedokteran menjadi komoditi bisnis. Meskipun demikian, ada pu­la dampak negatifnya antara lain :
1.        Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mem­punyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan.
2.        Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era glo­balisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral meng­alami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki ja­lan pintas yang bermental “instant”.
3.    Bidang Sosial dan Budaya
Akibat kemajuan teknologi bisa kita lihat :
a. Perbedaan kepribadian pria dan wanita. Banyak pakar berpen­da­pat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang meme­gang po­si­si sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerin­tahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan peri­laku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol. Data yang tertulis dalam buku Mega­trend for Women: From Libe­ration to Leadership yang ditulis oleh Patricia Aburdene & John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wanita dalam kepemimpinan semakin mem­besar. Semakin banyak wanita yang memasuki bidang politik, sebagai anggota parlemen, sena­tor, gubernur, menteri, dan berbagai jabatan penting lainnya.
b. Meningkatnya rasa percaya diriKemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkem­bang­an dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan ra­­sa per­caya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan se­makin ko­koh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat mele­cehkan bangsa-bangsa Asia.
c. Tekanan, kompetisi yang tajam di pelbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras Meskipun demikian kemajuan teknologi akan berpengaruh negatip pada aspek budaya:
1.     Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khu­susnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehi­dup­an ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pe­me­nuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani”.
2.     Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan rema­ja se­makin meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan ke­kuatan-kekuatan sen­­tripetal yang berperan penting dalam menciptakan ke­satuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar se­makin meningkat da­lam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak ke­jahatan.
3.     Pola interaksi antar manusia yang berubah Kehadiran kom­puter pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi ke­luarga. Komputer yang disambungkan dengan telpon te­lah membuka pe­lu­ang bagi siapa saja untuk ber­hubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak me­miliki komputer dan saluran internet sendiri untuk ber­ko­munikasi dengan orang lain melalui internet. Kini sema­kin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.
4.    Bidang Pendidikan
     Teknologi mempunyai peran yang sangat penting dalam bidang pendidikan antara lain :
1.    Munculnya media massa, khususnya media elektronik se­bagai sumber ilmu dan pusat pendidikan. Dampak dari hal ini adalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu pe­nge­tahuan.
2.    Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode ba­ru yang membuat siswa mampu memahami materi-ma­teri yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak.
3.    Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka
De
­­ngan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak ha­rus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga meng­gunakan jasa pos internet dan lain-lain.
Disamping itu juga muncul dampak negatif dalam proses pen­didikan antara lain:
1.    Kerahasiaan alat tes semakin terancam Program tes in­teligensi seperti tes Raven, Differential Aptitudes Test dapat diakses melalui compact disk. Implikasi dari per­ma­salahan ini adalah, tes psikologi yang ada akan mudah se­kali bocor, dan pengembangan tes psikologi harus berpacu dengan ke­ce­patan pembocoran melalui internet tersebut.
2.    Penyalah gunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu un­tuk melakukan tindak kriminal. Kita tahu bahwa ke­ma­juan di badang pendidikan juga mencetak generasi yang berpnge­tahuan tinggi tetapi mempunyai moral yang ren­dah. Contonya dengan ilmu komputer yang tingi maka o­rang akan berusaha menerobos sistem perbankan dan lain-lain.

5. Bidang Politik
a.    Timbulnya kelas menengah baru. Pertumbuhan teknologi dan ekonomi kawasan ini akan mendorong munculnya ke­las me­ne­ng­ah baru. Kemampuan, keterampilan serta gaya hidup mereka sudah tidak banyak berbeda dengan kelas menengah di negara-negera Barat. Dapat diramalkan, ke­las menengah baru ini akan menjadi pelopor untuk menun­tut kebebasan politik dan kebe­ba­san berpendapat yang lebih besar.
b.    Proses regenerasi kepemimpinan. Sudah barang tentu per­alihan generasi kepemimpinan ini akan berdampak dalam gaya dan sub­s­tansi politik yang diterapkan. Nafas kebe­bas­an dan per­samaan semakin kental.
c.     Di bidang politik internasional, juga terdapat kecende­rung­an tumbuh berkembangnya regionalisme. Kemajuan di bi­dang tek­nologi komunikasi telah menghasilkan kesadaran region­nalisme. Ditambah dengan kemajuan di bidang tek­no­logi trans­portasi telah menyebabkan meningkatnya kesa­daran tersebut. Ke­sa­daran itu akan terwujud dalam bidang ker­jasama ekonomi, se­hingga regionalisme akan melahir­kan kekuatan ekonomi baru.

Kesimpulan
Dari uraian sederhana diatas dapat disimpulkan bahwa perkem­bangan tek­nologi informasi merupakan sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi informasi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Per­kem­bangan teknologi informasi akan terus berkembang ka­rena manusia tidak pernah merasa puas akan apa yang sudah ada sekarang. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan man­faat positif bagi kehidupan manusia. Mem­berikan banyak kemudahan, ser­ta sebagai cara baru dalam melakukan ak­ti­fitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi informasi masyarakat sudah dapat me­nikmati banyak man­faat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam per­kem­bangan teknologi informasi. Namun manusia tidak bisa menipu diri sen­diri akan kenyataan bahwa teknologi informasi mendatangkan berbagai efek negatif bagi manusia.
Oleh karena itu untuk mencegah atau mengurangi akibat negatif ke­majuan teknologi informasi tersebut, pemerintah di suatu negara harus mem­buat peraturan perundang-undangan atau melalui suatu konvensi in­ternasional yang membahas tentang etika yang harus dipatuhi oleh peng­guna teknologi informasi. Melalui cara itu efek ne­gatif dapat sedikit di­kurangi. (diterbitkan oleh yayasan AHKAM- Eshar. Draft dasar artikel ini dikutip dari terbitan media online).-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar