PENDAHULUAN
Kompos merupakan pupuk dari bahan organik yang berasal
dari sisa bahan tanaman dan kotoran hewan yang telah mengalami proses
penguraian oleh mikro
organisme pengurai.
Kompos dapat dimanfaatkan untuk
memperbaiki sifat-sifat
tanah dan mengandung hara mineral
yang penting bagi tanaman.
Sisa tanaman , hewan atau kotoran
hewan, juga sisa jutaan
makhluk kecil berupa bakteri, jamur, ganggang
merupakan sumber bahan organik yang sangat
potensial bagi tanah.
Peran kompos sangat penting terhadap
perbaikan sifat fisik , kimia dan
biologis tanah. Namun apabila sisa
hasil tanaman tidak
dikelola dengan baik maka akan berdampak
negatif bagi lingkungan , bagi tanaman mengakibatkan
rendahnya keberhasilan pertumbuhan tanaman karena
perubahan sifat hara tanah , atau sebagai tempat berkembang biaknya penyakit.
Oleh karena pentingnya
kompos sebagai penambah
hara dan mudah didapat
bahan –bahan pembuatannya di sekitar
tempat tingggal petani.
Diharapkan para petani dapat
mempraktekkan sekali gus
senantiasa menggunakannya.
SIFAT KARAKTERISTIK KOMPOS
Penggunaan kompos
sebagai pembenah tanah dapat meningkatkan kandungan bahan organik tanah, sehingga mempertahankan dan menambah
kesuburan tanah. Sifat umum yang dimiliki kompos
antara lain
1. Mengandung
unsur hara dalam jumlah
bervariasi tergantung bahan asal.
2. Menyediakan unsur hara
secara lambat dalam jumlah
terbatas.
3. Mempunyai
fungsi utama memperbaiki
kesuburan tanah .
Sifat
dan fungsi kompos :
Ø Secara Fisika
1. Dapat memperbaiki struktur
tanah yang semula padat menjadi gembur, sehingga memudahkan pengolahan tanah.
2. Tanah berpasir menjadi kompak dan gembur, memperbaiki
kondisi udara dalam tanah, sehingga proses fisiologis
di akar menjadi lancar.
3. Mempertinggi kemampuan
tanah untuk mengikat
air sehingga tanah
dapat lebih banyak menyediakan air bagi tanaman.
4. Memberi warna tanah
menjadi gelap, sehingga proses
penyerapan sinar matahari lebih
banyak dan fluktuasi suhu di dalam tanah dapat dihindari.
Ø Secara Kimiawi
1. Merupakan
sumber hara makro dan mikro
mineral lengkap, meskipun jumlahnya
relatif kecil [ unsur N, P, K,
Ca, Mg, Zn, Cu, B, Mo,
dan Si]
2. Dalam jangka panjang
pemberian kompos dapat
memperbaiki pH dan meningkatkan hasil tanaman pada tanah
masam.
3. Mengandung
humus [ bunga tanah ]. Tanah yang banyak
mengandung humus mempunyai kemampuan menambat unsur
yang berguna bila
dibandingkan dengan tanah
mineral
Ø Secara Biologi
1. Penambahan kompos kedalam tanah tidak
hanya menambah jutaan organisme, tetapi juga mikroorganisme yang ada yang ada
dalam tanah terpacu untuk berkembang
2. Proses penguraian oleh mikroorganisme akan
menghasilkan gas CO2 yang dapat digunakan
untuk fotosintesa tanaman ,sehingga pertumbuhan tanaman
akan lebih cepat.
3. Proses
penguraian Nitrogen dan
penambatannya akan meningkat dengan
pemberian bahan organik.
4. Aktifitas
mikro organisme di dalam kompos
menghasilkan hormon yang dapat memacu
pertumbuhan dan perkembangan akar
rambut, sehingga daerah pencarian hara lebih luas
FAKTOR - FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA PEMBUATAN KOMPOS
1. Faktor Udara
Sirkulasi udara akan mempengaruhi
aktifitas mikroba yang memerlukan oksigen
selama perombakan bahan-bahan
. Pembalikan timbunan
menyebabkan terjadinya ruang udara, sehingga proses
penguraian berlangsung cepat akibat
mikroba lebih aktif.
2. Faktor Suhu
Kecepatan mikroba
berkembang biak pada suhu 65 – 70
C dan aktifitasnya berlangsung
aktif. Menjaga suhu pada
pembuatan kompos sangat penting agar proses penguraian
berjalan merata dan sempurna.
3. Faktor Kelembaban
Kelembaban
bahan kompos mempengaruhi kadar air, yang menyebabkan mempercepat
proses perkembangan mikroba pengurai .
Timbunan kompos harus
selalu lembab.
4. Faktor
Mikroba Pengurai
Semakin banyak dan aktif mikroba pengurai, semakin cepat proses penguraian Kompos.
5. Faktor
Jenis Bahan.
Ukuran bahan mentah sampai ukuran tertentu , semakin kecil ukuran potongan
bahan semakin cepat waktu
pembusukannya.
BAHAN PEMBUATAN KOMPOS
-
Dari sisa hasil pertanian berupa jerami padi, sekam padi,
brangkasan kedelai, kulit kacang
tanah , ampas tebu dll.
-
Pupuk
kandang dari kotoran; sapi, kerbau,
ayam, itik, kuda, kambing dll.
-
Limbah kota dari pasar-pasar atau sampah rumah tangga.
KANDUNGAN HARA KOMPOS
Dalam prosentase kondisi lembeb
- Rasio
C/N : 23
- Air : 76
- Abu : 1,5
- N : 0,37
- Abu : 0,03
- P2O5 : 0,68
CARA PEMBUATAN KOMPOS
1. Buat lubang persegi panjang 5 – 10 x 2 meter
2. Dalamnya 90 Cm.
3. Lubang diberi pelindung atap.
4. Sekeliling
lubang dibuat selokan air.
5. Setiap hari atau sekaligus segala macam bahan atau sampah
dimasukkan ke dalam lubang
secara merata.
6. Setelah
itu disiram air atau kencing hewan.
7. Jika
masih ada lagi sampah , berturut-turut
dilakukan seperti cara pertama
hingga tiga lapisan.
8. Setelah
3 – 4 bulan bahan telah hancur, kompos telah dapat digunakan.
PENGGUNAAN KOMPOS
- Untuk padi sawah diberikan dengan dosis
15 – 20 ton /Ha, dengan cara disebar pada saat pengolahan tanah.
- Untuk
tanaman keras (tanaman
perkebunan dan buah-buahan, dicampur dengan tanah, kemudian dimasukkan
dalam lubang tanam 10 – 12 Kg./pohon/tahun.
- Untuk
tanaman palawija 15 ton/Ha atau 0,5
– 06 Kg/ lubang disekitar tanaman sampai batas tajuk daun atau disebar waktu
pengolahan tanah
PENUTUP
Demikianlah
telah kami uraikan tentang karekteristik sifat kompos serta cara pembuatannya.
Mudah-mudahan para petani dengan mudah dapat mempraktekkan dan untuk senantiasa
menggunakan kompos untuk memenuhi
kebutuhan hara tanamannya. (Eshar).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar