I.
PENDAHULUAN
Pada
dasarnya, teknologi merupakan produk dari ilmu pengetahuan dengan tujuan untuk
mempermudah pekerjaan manusia. Kata teknologi sering menggambarkan penemuan
baru dan alat yang menggunakan prinsip dan proses penemuan sainstifik. Meskipun demikian, penemuan lamapun seperti roda juga
disebut sebuah teknologi.
Teknologi dilihat dari status pengetahuan,
merupakan bagaimana kemampuan untuk menggabungkan berbagai sumber daya
sehingga mampu menghasilkan produk yang diinginkan. Oleh karena itu, kita
dapat melihat betapa pesatnya perubahan teknologi pada saat ini sehubungan
dengan meningkatnya pengetahuan yang dimiliki. Perkembangan teknologi
sesungguhnya berjalan sesuai dengan perkembangan kebudayaan manusia. Kita dapat
tahu betapa rumitnya orang zaman dulu untuk mendapatkan api, bepergian, atau
mengarungi laut dalam migrasi antara satu tempat ke tempat lain, yang saat ini
pekerjaan itu dapat dilakukan dengan mudah.
Perkembangan
teknologi saat ini sangat pesat, baik dalam jumlah, jenis spesifiksai, maupun pemanfaatannya. Teknologi pun
berkembang berjalan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Hasil teknologi
tersebut telah jamak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, malah sebagian
besar orang tidak dapat berbuat apa-apa jika produk teknologi yang diinginkan
tidak tersedia. Betapa gabhuk dan repotnya jika korek api yang merupakan produk
teknologi tidak tersedia. Atau betapa
terhambatnya perjalanan jika alat transportasi mogok atau tidak tersedia.
Kemajuan
teknologi berlangsung sangat cepat. Berbagai aspek kehidupan sepertinya tidak
apat dipisahkan dari teknologi. Disektor pertanian misalnya, karena ada
kekhawatiran terhadap melambatnya pertumbuhan produksi, para ahli berupaya
untuk mencari berbagai upaya sehingga produksi pertanian dapat meningkat sesuai
dengan kebutuhan. Karena itu salah satu upaya untuk meningkatkan produksi
pertanian dilakukan melalui bioteknologi. Bioteknologi adalah upaya merekarayasa genetika tanaman sehingga dapat
diubah bawaan genetiknya untuk menghasilkan produksi lebih baik dari segi umur
panen, jumlah produksi dan kualitasnya.
II.
PEMBAHASAN
1. Pengertian Bioteknologi
Ada
beberapa alasan kenapa orang selalu berupaya untuk meningkatkan produksi
pertanian. Pertama, ada kekhawatiran terhadap terwujudnya tiori Malthus yang
menyatakan pertumbuhan makanan seperti deret hitung sedangkan pertambahan
populasi manusia seperti deret ukur. Artinya ketersediaan makanan terbatas
karena pertambahannya lambat, sedangkan pertambahan populasi manusia sangat cepat. Kekhawatiran terhadap itulah
maka banyak ahli berupaya untuk menemukan teknologi usahatani mulai dari yang
sederhana sampai ke yang rumit seperti bioteknologi. Kedua, semakin tinggi
kebudayaan semakin menuntut pula kualitas hidup. Orang dulu memadai tinggal di
rumah sederhana tanpa penerangan listrik. Orang dulu menghasilkan makanan
melalui memanen tanaman liar dan tidak menuntut terhadap kualitas dan rasa
produk tersebut. Seolah-olah kehidupan
mereka sangat tergantung apa yang disediakan alam. Tetapi sekarang keadaan itu
telah berubah. Orang sepertinya sangat terhambat jika listrik tidak tersedia,
karena hampir seluruh barang kebutuhan hidup tergantung pada listrik. Demikian
juga terhadap makanan. Saat ini orang memilih makanan di samping pada kuantitas
dan kecukupan juga memperhatikan kualitas rasa dan bentuknya. Fenomena
kemanjaan itu yang mengharuskan para ahli berupaya untuk mendapatkan
teknologi.
Bioteknologi berasal dari kata “bio” dan “teknologi” yang
dapat diartikan sebagai penggunaan organisme atau sistem hidup untuk
menghasilkan produk yang berguna. Bioteknologi
juga dapat didefenisikan sebagai suatu teknologi yang menggunakan dan
memanfaatkan organisme biologis (hayati), baik sistem maupun proses, untuk
menghasilkan barang maupun jasa yang berguna untuk kesejahteraan manusia.
2. Sejarah Bioteknologi
Perkembangan bioteknologi dimulai sejak digunakannya
mikroorganisme untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi manusia.
Temuan teknologi dalam bidang ini sudah sangat lama. Ada ahli menyebutkan kaum Samaria dan Babilonia
(6000 SM) telah menemukan proses produksi minuman beralkohol dengan cara
fermentasi, dan sejak 4000 SM di Eropa maupun Asia telah mampu
menghasilkan makanan olahan seperti
keju, yoghurt, kecap, pewarna makanan, dan pembuatan tape.
Selanjutnya Antony van Leeuwenhoek
(1680), dan Louis Pasteur (1876), tergolong ahli yang
membuka pintu menuju perkembangan bioteknologi melalui temuannya tehadap peran organisme hidup dalam proses fermentasi.
Temuan tersebut dilanjutkan oleh Alexander
Fleming (1928) dengan menemukan penisilin. Setelah era tersebut,
muncul pula temuan era moderen dengan mengutakatik genetika. Gerakan perubahan
teknologi moderen ini dimulai dengan temuan Ostwald
Avery (1944) yang
menemukan DNA sebagai pembawa informasi genetika.
Selanjutnya dikembangkan lagi oleh J.
Watson dan F. Crick (1953) menemukan struktur helix ganda DNA.
Bidang ini terus berkembang setelah A.
Komberg (1956) berhasil mensintesis DNA dan Paul Gerg (1971) membuat DNA rekombinan secara in
vitro. Berdasarkan temuan terdahulu, maka tahun 1973 merupakan percobaan rekayasa genetika
pertama dengan berhasilnya
sintesis antibiotic, antibody, insulin, interferon, dan juga beberapa bahan
industry dan pertanian. Perkembangan yang tergolong
sangat pesat dan temuan mencengangkan berhasilnya dilakukan rekayasa genetik
kloning oleh Wilmut dkk (1997)
yang ditandai dengan berhasil
mengkloning domba Dolly, dan selanjutnya diteruskan kepada
kloning manusia oleh Antinori (2002)
dengan mengumumkan bayi hasil cloning
pertama yang dilakukannya.
3. Perkembangan
Bioteknologi
Perkembangan
bioteknologi dapat dibedakan dalam beberapa generasi, yaitu :
v Generasi
pertama : Dimulai sejak proses-proses
bioteknologi sederhana seperti pembuatan anggur, bir, tempe, dan sebagainya .
v Generasi
kedua :
Dimulai tahun 1949 dengan ditemukannya antibiotik penisilin oleh
Alexander Fleming melalui cara fermentasi. Pada generasi ini terbukalah usaha
industri besar-besaran untuk memproduksi antibiotik, vitamin asam organik, dan
sebagainya. Karena itu periode ini dikenal juga sebagai revolusi biologi
molekuler.
v Generasi
ketiga : Dimulai pada tahun 1970, setelah
dikenalkannya teknik rekayasa. Teknik rekayasa ini mencakup rekayasa genetika,
seperti teknik rekombinasi DNA (Deoxy Ribonucleic Acid) dengan teknik
hibridoma, rekayasa kultur jaringan, dan rekayasa fermentasi.
4. Macam-macam
Bioteknologi
v
Bioteknologi Konvensional (Tradisional)
Bioteknologi
tradisional merupakan bioteknologi yang memanfaatkan mikroba, proses biokimia
dan proses genetik secara alami, misalnya mutasi dan rekombinasi genetik. Bioteknologi
tradisional itu dilakukan secara sederhana, alami, dan tidak menggunakan
teknologi tinggi yang rumit. Aplikasi bioteknologi tradisional mencakup
berbagai aspek kehidupan manusia, yaitu aspek pangan, peternakan, pertanian,
dan kesehatan.
Bioteknologi
konvensional ini, masih menggunakan mikroba alamiah
tanpa seleksi. Contoh: pembuatan tempe, oncom, tape, kecap dan tauco.
Pemanfaatan mikroba dalam teknologi juga digunakan untuk membantu proses
memperlambat pembusukan pada makanan. Mikroba
juga bermanfaat dalam memberikan cita rasa, aroma dan tekstur pada makanan.
Diantaranya bioteknologi tradisional dapat dilihat seperti :
a.
Seleksi : yaitu
pemilihan sifat yang sesuai dengan keinginan manusia.
b.
Hibridisasi : yaitu
perkawinan silang antar dua individu dengan sifat-sifat yang diinginkan
manusia dengan tujuan memperbaiki keturunan.
v Bioteknologi Modern
Seiring dengan perkembangan ilmu
pengetahuan, para ahli memulai untuk mengembangkan bioteknologi dengan
memanfaatkan prinsip-prinsip ilmiah melalui penelitian. Dalam bioteknologi
modern, orang berupaya dapat menghasilkan produk secara efektif dan efisien.
Dalam bioteknologi modern sendiri dalam prosesnya menggunakan teknologi yang
relatif tinggi dan dalam pengerjaannya tidak bisa dikerjakan secara masal.
Dewasa ini, bioteknologi tidak hanya dimanfaatkan dalam industri makanan tetapi
telah mencakup berbagai bidang, seperti rekayasa genetika, penanganan polusi,
penciptaan sumber energi, dan sebagainya. Dengan adanya berbagai penelitian
serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka bioteknologi makin
besar manfaatnya untuk masa-masa yang akan datang. Beberapa penerapan
bioteknologi misalnya rekayasa genetik, seperti :
·
Mutasi buatan : yaitu
mutasi yang ditujukan untuk mengubah susunan gen, sehingga sifat yang
diturunkanpun akan berubah. Mutasi buatan ini umumnya menggunakan radiasi,
contohnya : padi varietas Atomita I dan II, kedelai varietas Muna. Transplantasi
gen/ penyisipan gen/Teknologi Plasmid : yaitu penyisipan gen organisme
satu ke genom organisme lain, dengan tujuan untuk produksi suatu senyawa dalam
skala besar dan cepat, untuk terapi medis, atau untuk mengatasi masalah
lingkungan.
·
Hibridoma : yaitu
teknik pencangkokan sel dengan materi genetik dari sel yang lain, yang umumnya
digunakan untuk terapi medis kekebalan tubuh (imunoterapi) dan kanker.
Contohnya pemasukkan genom penghasil antibodi dari sel limfosit, ke dalam sel
kanker yang sangat cepat berploriferasi, sehingga tubuh dapat menghasilkan
antibodi dan dapat melawan sel kanker lainnya atau zat asing yang masuk ke
dalam tubuh dengan cepat, yang secara normal tidak bisa diatasi oleh antibodi
dari sel limfosit saja.
Kloning : yaitu
teknik perbanyakan sel, jaringan atau organisme secara aseksual, biasanya
melibatkan dua induk atau satu induk.
5.
Peranan Manusia Terhadap Pengembangan Bioteknologi
Hobbelink
(1988) menyatakan bahwa bioteknologi sebagai suatu teknologi sebenarnya bukan hal
yang baru. Ia telah ada sejak beribu tahun yang silam, sejak manusia mengenal
cara membuat anggur, bir, keju ataupun ragi roti. Orang-orang Mesir kuno telah
menggunakan bioteknologi untuk membuat bir pada 2000 tahun sebelum kelahiran
Nabi Isa. Prinsip dasar upaya ini umumnya sama yaitu sejumlah bahan dasar
didedahkan (exposure) ke jasad renik tertentu yang akan mentransformasikan
bahan dasar itu (anggur, barley, susu atau gandum) ke produk yang diinginkan,
yakni : minuman anggur, bir, keju dan roti.
Kini,
bioteknologi modern dapat menghasilkan produk-produk yang bersumber dari sel
(cellular product) dan dapat dilakukan melalui transformasi biologis
(biotransformation). Terlebih lagi bioteknologi modern dalam prosesnya dapat
dipengaruhi serta dikendalikan sepenuhnya oleh manusia sebagai pelakunya. Peran manusia seiring
dengan kemajuan bioteknologi kiranya tak dapat disangkal lagi.
Sebagai
pelaku, manusia dituntut mempunyai kerangka berfikir sistematis serta mempunyai
wawasan luas terhadap ilmunya, mampu melihat hakikat ilmu dalam konstelasi pengetahuan
yang lain, dapat mengkaitkan ilmu dengan moral, ilmu dengan agama, serta harus
yakin bahwa ilmu yang dipunyai membawa kebahagian kepada diri dan lingkungannya
(Suriasumantri, 1999).
Suatu
peringatan bahwa di bidang tertentu sering dijumpai pandangan-pandangan ilmuwan
yang keliru, seorang ahli memandang rendah terhadap seatu bidang ilmu lainnya.
Kondisi ini tentu tidak dapat dibenarkan karena akan mengancam kemajuan ilmu.
Dalam era bioteknologi pandangan terhadap semua bidang ilmu adalah sederajad,
karena sesungguhnya bioteknologi adalah multidisiplin ilmu. Tidak ada
bioteknologi
yang bekerja sendiri. Bioteknologi merupakan kumpulan dari berbagai bidang
keahlian, yakni: biokimia, mikrobiologi, biologi molekuler dan seluler,
genetika, embriologi, immunologi, biologi reproduksi dan ahli komputer. Semua
orang yang menguasai bidang-bidang ilmu tersebut harus dapat bekerja dalam satu
tim. Dengan demikian, aktivitas bioteknologi dapat dilakukan untuk memberi
nilai tambah bagi industri yang telah memanfaatkan bioteknologi.
6. Bioteknologi
Ditinjau Dari Beberapa Aspek
v Aspek Logika
Ditinjau
dari aspek logika, bioteknologi merupakan kegiatan yang dianggap benar karena
kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi umat manusia seperti penemuan vaksin
atau antibiotik yang dapat menyembuhkan penyakit tertentu. Tapi, ada juga
kegiatan bioteknologi yang bisa dikatakan salah, misalnya kloning manusia,
yang menyalahi kodrat yang telah diberikan Tuhan kepada manusia.
v Aspek Etika
Pada
masa ini, bioteknologi berkembang sangat pesat, terutama di negara negara maju.
Kemajuan ini ditandai dengan ditemukannya berbagai macam teknologi semisal rekayasa
genetika, kultur jaringan, rekombinan DNA, pengembangbiakan sel induk, kloning,
dan lain-lain. Teknologi ini memungkinkan kita untuk memperoleh penyembuhan
penyakit-penyakit genetik maupun kronis yang belum dapat disembuhkan, seperti
kanker ataupun AIDS.
Di
bidang pangan, dengan menggunakan teknologi rekayasa genetika, kultur jaringan
dan rekombinan DNA, dapat dihasilkan tanaman dengan sifat dan produk unggul
karena mengandung zat gizi yang lebih baik jika dibandingkan tanaman biasa,
serta juga lebih tahan terhadap hama maupun tekanan lingkungan.
Kegiatan-kegiatan
bioteknologi seperti penemuan obat-obatan, penyembuhan penyakit, serta
pembuatan makanan merupakan kegiatan yang etis karena memberikan manfaat positif
bagi manusias. Namun, kegiatan kloning pada manusia merupakan kegiatan yang
sangat tidak etis karena telah melenceng jauh dari apa yang telah menjadi
kodrat sebagai manusia, yaitu berkembang biak secara normal.
v Aspek Estetika
Penerapan bioteknologi di masa ini juga dapat dijumpai pada pelestarian
lingkungan hidup. Sebagai contoh, pada penguraian minyak bumi yang tertumpah ke
laut oleh bakteri, dan penguraian zat-zat yang bersifat toksik (racun) di
sungai atau laut dengan menggunakan bakteri jenis baru karena tidak semua
mikroorganisme dapat menguraikan zat-zat toksik tersebut.
Penerapan ini dapat mencegah terjadinya akumulasi zat racun di dalam
air sungai atau laut sehingga tidak akan mengganggu kehidupan biota di dalamnya
ataupun lingkungan perairan. Keberadaan biota ataupun ekosistem tersebut yang
nantinya akan menarik minat berbagai pihak untuk melakukan eksploitasi dalam
berbagai hal termasuk menataan keindahan
untuk tujuan wisata. Tidak mungkin para wisatawan berlomba-lomba untuk
berwisata di tempat yang telah mengalami polusi.
v Aspek Aksiologi
Aksiologi merupakan cabang ilmu
filsafat yang mempelajari tentang nilai-nilai (value) sebagai imperatif
dalam penerapan ilmu pengetahuan secara praktis. Dengan kata lain, dalam aksiologi
akan dipelajari tentang tujuan apa yang ingin dicapai dengan adanya
bioteknologi.
Bioteknologi
bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia. Kesejahteraan yang dimaksud seperti:
1. Dapat
meningkatkan hasil pertanian melalui kultur jaringan.
2. Dapat
menghilangkan penyakit melalui penemuan vaksin dan antibiotik serta
rekayasa genetika.
3. Dapat
mencegah terjadinya polusi dengan memanfaatkan bakteri tertentu.
4. Dapat
menghasilkan makanan tertentu melalui proses fermentasi.
7.
Dampak Bioteknologi
v Dampak Negatif Bioteknologi
Bioteknologi,
mengandung banyak resiko dampak negatif. Timbulnya dampak yang merugikan
terhadap keanekaragaman hayati disebabkan oleh potensi terjadinya aliran gen
ketanaman sekarabat atau kerabat dekat. Di bidang kesehatan manusia terdapat
kemungkinan produk gen asing, seperti gen
cry dari bacillus thuringiensis
maupun bacillus sphaeericus, dapat
menimbulkan reaksi alergi pada tubuh manusia.
Dampak
lain yang dapat ditimbulkan oleh bioteknologi adalah persaingan internasional
dalam perdagangan dan pemasaran produk bioteknologi. Persaingan tersebut dapat
menimbulkan ketidakadilan bagi negara berkembang karena belum memiliki
teknologi yang maju.
Kesenjangan teknologi yang sangat jauh tersebut disebabkan karena bioteknologi
modern sangat mahal sehingga sulit dikembangkan oleh negara berkembang.
v Dampak Positif Bioteknologi
Keanekaragaman
hayati merupakan modal utama sumber gen untuk keperluan rekayasa genetik.
Baik donor maupun penerima (resipien) gen dapat terdiri atas virus, bakteri,
jamur, lumut, tumbuhan, hewan, juga manusia. Pemilihan donor/resipien gen
bergantung pada jenis produk yang dikehendaki dan nilai ekonomis suatu produk
yang dapat dikembangkan menjadi komoditis bisnis.
Oleh
karena itu, kegiatan bioteknologi dengan menggunakan rekayasa genetik menjadi
tidak terbatas dan membutuhkan suatu kajian sains baru yang mendasar dan
sistematis yang berhubungan dengan kepentingan dan kebutuhan manusia. Kegiatan itu disebut
sebagai bioprespecting.
Secara
ringkas, berikut ini beberapa implikasi bioteknologi bagi perkembangan sains
dan teknologi serta perubahan lingkungan masyarakat.
·
Bioteknologi
dikembangkan melalui pendekatan multidisipliner dalam wacana molekuler.
Ilmu-ilmu dasar merupakan tonggak utama pengembangan bioteknologi maupun industri
bioteknologi.
·
Bioteknologi dengan
pemanfaatan teknologi rekayasa genetik memberikan dimensi baru untuk
menghasilkan produk yang tidak terbatas.
·
Bioteknologi
pengelolahan limbah menghasilkan produk biogas, kompos, dan lumpur aktif.
·
Bioteknologi di bidang
kedokteran dapat menghasilkan obat-obatan, antara lain vaksin, antibiotik,
antibodi monoklat, dan introferon
·
Bioteknologi dapat
meningkatkan variasi dan hasil pertanian melalui kultur jaringan, fiksasi
nitrogen, pengendalian hama tanaman, dan pemberian hormon tumbuhan.
·
Bioteknologi dapat
menghasilkan bahan bakar dengan pengelolahan biommasa menjadi etanol (cair)
dan metana (gas)
·
Bioteknologi di bidang
industri dapat menghasilkan makanan dan minuman, antara lain pembuatan roti,
nata decoco, brem, mentega, yoghurt, tempe, kecap, bir dan anggur.
III PENUTUP
Ilmu
pengetahuan saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat, terlihat dari
teknologi yang ditemukkan terus bertambah. Teknologi ini juga mengalami proses sampai
akhirnya menjadi teknologi penting. Ada beberapa teknologi penting yang sangat menjadi
sorotan yaitu bioteknologi, teknologi informasi dan teknologi kearifan lokal.
Bioteknologi dapat didefenisikan sebagai suatu teknologi
yang menggunakan dan memanfaatkan organisme biologis (hayati), baik sistem
maupun proses, untuk menghasilkan barang maupun jasa yang berguna untuk
kesejahteraan manusia.
Teknologi Informasi adalah istilah umum yang menjelaskan teknologi apa pun yang membantu
manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan atau menyebarkan
informasi.
Dalam penerapan teknologi ini tentunya akan membawa
dampak, baik positif maupun negatif. Oleh karena itu selaku generasi muda harus
selalu dapat mengontrol diri dalam memanfaatkan teknologi-teknologi penting
saat ini.
CATATAN:
Bahan tulisan
ini dikutip dari berbagai sumber terutama dari sumber media on line, Tujuan
diterbitkan tulisan ini hanya untuk menambah pengetahuan pengguna. Terimakasih
atas perhatiannya. (Eshar).-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar