ULASAN SEDERHANA
TENTANG PENYAKIT PENTING TANAMAN PADI
Pembaca yang budiman.
Blogspot Dayah Raudhatul Ulum Alue Pisang
Kuala Batee Aceh Barat Daya kali
ini sebagai lanjutan Petunjuk Praktis mengeluarkan kajian sederhana tentang beberapa
penyakit penting pada tanaman padi.
Dalam terbitan ini dibahas tentang beberapa jenis penhyakit tanaman padi dan dilengkapi pula secara sederhana cara
penanggulangannya. Tentu saja uraian ini disajikan dengan cara mudah
dan praktis dapat diterapkan oleh pihak yang berminat. Teknologi tersebut sudah
diterapkan di daerah lain dapat memberi hasil yang cukup baik. Karena itu, kami
mengharapkan terbitan ini dapat membantu berbagai pihak dalam mengelola
usahataninya.
Redaksi mengupayakan
petunjuk praktis yang seperti ini akan dikeluarkan secara berkala. Setiap
diterbitkan membahas satu topic dengan ulasan sederhana dan mudah dipahami.
Semoga saja upaya ini
mendapatkan sambutan yang cukup baik dari pembaca. Saran dan upaya
penyempurnaan dari berbagai pihak sangat dihargai. SALAM.
Redaksi
1. PENGENDALIAN
PENYAKIT TUNGRO PADA PADI
Tungro adalah salah satu penyakit tanaman padi yang tergolong berbahaya.
jika serangan berat tanaman tumbuh
kerdil, bahkan seperti hangus, mati perlahan-lahan dan sama sekali tidak
menghasikan (puso).
Penyakit ini bukan penyakit baru pada
tanaman padi, melainkan sudah cukup lama. Tungro telah menyerang tanaman sejak
1972, dan sampai sekarang serangannya masih menjadi faktor penghambat usahatani
padi, karena tidak jarang menyebabkan puluhan hektar padi dalam se hamparan
kering seperti hangus.
Penyakit tungro sebenarnya disebabkan oleh virus
yang dibawa oleh serangga wereng hijau dan juga wereng loreng. Wereng tersebut membawa virus dan tertinggal pada
tanaman padi tak ubahnya seperti nyamuk pembawa malaria atau nyamuk pembawa
demam berdarah. Oleh karena itu, upaya pengendaliannya harus ditujukan pada
pengendalian wereng dan eradikasi (pemusnahan) tanaman yang terserang.
Tetapi yang paling penting adalah tindakan pencegahan. Upaya
pencegahan tunggro dapat dilakukan dengan penanaman varietas toleran, tanam
serentak dan menjaga lingkungan.
Gejala Serangan
Sebenarnya tungro itu artinya kerdil (bahasa Tagalog). Rumpun tanaman yang terserang
pertumbuhannya terhambat, dan warna daun berubah menjadi kuning jingga.
Perubahan warna daun dimulai dari ujung daun meluas ke bahagian pangkal. Pada
daun terlihat juga bercak-bercak berwarna coklat seperti karat. Gajala daun
kuning pada tanaman muda dapat hilang karena bertambahnya umur tanaman
seolah-olah tanaman seperti sudah sembuh. Tetapi kemudian daun tanaman berubah
warna menjadi kuning kembali, pertumbuhan tertekan dan tidak menghasilkan.
Gejala lain, helai daun dan pelepah daun memendek. Di
bahagian bawah daun muda nampak terjepit oleh pelepah daun sehingga daunnya
terpuntir atau menggulung sedikit. Jika tanaman tumbuh lebih lanjut, malainya
sangat pendek dan tidak terisi gabah. Jika infeksi pada tanaman tua (umur
diatas 50 hst) kurang berpengaruh terhadap produksi. Beberapa varietas yang
tergolong peka adalah IR64, Cisadane, Pelita dan perlu pula dicermati untuk
varietas-varietas lainnya.
Penyebab Penyakit
Tungro penyakit padi yang disebabkan oleh virus. Ada dua
bentuk virus penyebab penyakit yaitu virus berbentuk bola dengan garis
tengah 30 nano meter, dan virus berbentuk batang dengan
ukuran 150 sampai 350 x 35 nano meter.
Daur Perkebangan
Penyakit
Wereng penular menghisap cairan tanaman
padi dan meninggalkan virus (prosesnya sama seperti nyamuk malaria atau nyamuk
DBD). Yang perlu diingat bahwa werenglah penular virus ini pada tanaman padi.
Masa infeksi antara awal tertular sampai menampakkan gejala serangan berkisar
antara 6 – 9 hari. Infeksi tungro dapat terjadi mulai dari persemaian. Pada stadium
ini, tanaman sangat sensitive terhadap infeksi virus. Apabila infeksi serangan
virus terjadi pada stadium persemaian, maka gejala penyakit akan tampak pada
tanaman umur 2 – 3 minggu setelah tanam. Tanaman muda yang terinfeksi merupakan
sumber inokulum utama. Dan, apabila tanaman telah menunjukkan gejala
serangan, berarti seluruh bahagian tanaman telah terserang penyakit. Artinya,
sudah tidak mungkin diobati lagi dan segera harus dicabut dan bakar. Oleh
karena itu, upaya pencegahan hama wereng dan juga berbagai hama-hama lainnya
perlu dilakukan secara baik, terencana dan bersama-sama dalam kelompok.
Pengendalian
Perinsip utama pengendalian hama dan penyakit dalam usahatani
adalah system pengendalian hama-penyakit secara terpadu. Untuk
mengendalikan penyakit tungro juga harus dilakukan dengan cara terpadu yaitu
eradikasi tanaman terserang dan tanaman inang di sekitar lahan, menggunakan
varietas unggul yang tahan tungro, pengendalian serangga penular, dan menerapkan
system budidaya sehat dengan teknologi yang tepat serta menjaga kelestarian
lahan. Prinsip lain yang harus dipegang adalah, “mencegah terjadi serangan hama dan penyakit dalam berusahatani lebih baik
dari pada melakukan pengendalian dan pemberantasan penyakit yang telah
menyerang”. Untuk itu, setiap usahatani harus dilakukan perencanaan yang
benar dan penerapan teknologi yang tepat.
(Eshar, 2013).
------------------------------------------0000000000-----------------------------------------------
2. PENYAKIT GARIS MERAH PADA DAUN PADI
Umumnya
para petani belum menaruh
perhatian terhadap gangguan penyakit garis merah pada daun padi (red stripe).
Penyakit ini bukan penyakit baru pada
tanaman padi. Sudah cukup lama dikenal. Gangguan penyakit garis merah pada
daun padi telah ditemukan sejak 1987. Kareana gangguannya dapat sangat serius karena dapat mengganggu
pengisian malai tanaman sehingga produksi turun drastis. Perkembangan
penyakit ini tergolong sangat cepat. Dalam satu tahun saja (1987 – 1988) semula
hanya dijumpai di Jawa Barat tetapi telah berkembang di Sumatera Utara, Bali,
seluruh pulau Jawa dan beberapa daerah lain. Pada serangan berat dapat mengganggu
tanaman sampai diatas 70 % sehingga produksi turun. Walaupun gangguan penyakit
ini tidak mematikan tanaman, tetapi dapat menurunkan produksi. Turun produksi
karena disebabkan pematangan bulir tidak seragam, proses fotosintesa tidak sepurna
dan respirasi tanaman juga terganggu.
Di Aceh gejala penyakit ini sering dijumpai tetapi masih
dalam bentuk local, ekploisif rendah dan belum menarik perhatian petani. Walaupun
gangguannya belum berat, kewaspadaan harus dilakukan untuk mencehag serangan
yang lebih besar.
Penyebab Penyakit
Penyakit garis merah pada daun padi disebabkan oleh bakteri
tergolong kedalam genus Pseudomonas.
Penularan bakteri umumnya terjadi melalui kontak langsung yaitu melalui benih,
alat kerja (traktor, dsbnya), dan
manusia. Alat kerja dan manusia dapat membawa penyakit dari satu lahan
ke lahan lainnya secara cepat. Oleh karena itu, sebaiknya alat kerja setelah
digunakan pada sore hari harus dibersihkan. Cara ini bukan hanya untuk
menghindari terbahawa hama – penyakit saja tetapi juga dapat mengawetkan alat
kerja.
Gejala Srangan
Gejala serangan penyakit ini pertama muncul pada daun,
kadang-kadang sering juga dijumpai pada bahagian pelepah daun terutama pada
saat tanaman memasuki fase pembungan dan premordia.
Gejala pertama pada
pelepah daun dapat diamati pada tingkat anakan maksimum pada bahagian bawah
rumpun. Di bahagian ini ada bercak-bercak coklat kekuning-kungan atau coklat
kemerahan. Sedangkan gejala yang tampak
pada saat tanaman sedang memasuki masa premordia dan pembungaan bercak-bercak
tersebut dapat dilihat pada daun bendera, daun kedua dan ke tiga dari atas.
Gejala awal ditandai oleh timbulnya bercak pada daun
berbentuk bulat atau bulat telur berwarna merah kekuning-kuningan atau merah
coklat kekuning-kuningan. Coklat tersebut semula satu titik kecil yang terus
membesar berbentuk bulat. Setelah ukurannya mencapai 3 – 5 mm perkembangannya
memanjang kearah ujung daun sehingga terbentuk garis berwarna coklat dan
lebarnya sama dengan gejala awal.
Kadang-kadang bercak tersebut juga berkembang ke arah pangkal daun. Daun yang
terserang tampak bergaris merah kekuning-kuningan dan kemudian mengering.
Akibat serangan penyakit ini proses fotosiresa dan respirasai tanaman menjadi terganggu
sehingga masa pembungaan menjadi tidak serempak damn proses pengisian gabar
dan pematangan bulir tidak serempak juga. Pada umumnya, serangan berat akan
mudah diamati pada satu minggu sampai 10
hari setelah masa pembungaan.
Ada beberapa factor yang dapat mempercepat perkembangan penyakit
yaitu:
·
Suhu
tinggi diatas 30 derajat celcius.
·
Kelembaban
tinggi dengan suhu panas.
·
Pemupukan
tidak seimbang terutama unsure Nitrogen berlebihan.
Pengendalian
·
Gunakan
varietas toleran.
·
Gunakan
teknologi penyemaian jarang.
·
Pemindahan
bibit tidak terlalu tua sebaiknya bibit telah dipindahkan ke lahan sawah pada
umur 2 minggu.
·
Gunakan
jarak tanam yang tepat dan jarang untuk menghindari lembab berlebih.
·
Premupukan
berimbang sesuai dengan dosis spesifik lokasi.
·
Sanitasi
lingkungan secara baik. (Eshar, 2013).
--------------------------------0000000000000000000-------------------------------------------
3. HAMA GANJUR DAN PENGENDALIANNYA
PADA TANAMAN PADI
Hama
ganjur merupakan
salah sau hama penting pada tanaman padi, karena pada serangan berat kerugian
yang ditimbulkan tidak sedikit. Akibat serangan hama ini tanaman padi tidak
tumbuh sempurna, titik tumbuhnya mati sehingga tanaman tidak menghasilkan
(puso). Hama ganjur disebabkan oleh sejenis serangga yaitu Orseolia oryzae termasuk dalam family Cecidomyiiladae, seri Zyzophthalmae,
group Orthorrapa dan dari ordo Diptera.
Serangga ganjur dewasa bentuknya seperti nyamuk. Serangga
betina umumnya berwarna merah terang dengan abdomen agak gemuk berukuran
panjang 4.8 mm dan lebar 0.5 mm. Serangga jantan berwarna lebih gelap dan lebih
langsing dengan ukuran panjang 3 mm dan
lebar 0.3 mm. Telurnya berwarna putih dan umumnya diletakkan tersebar atau berkelompok
dibawah daun. Kadang-kadang juga tidak jarang telur diletakkan di pelepah
daun, tanaman inang disekitar sawah. Bahkan pada rumput-rumput di-pematang
dekat dengan air. Setelah menetas larva bergerak ke bahagian pucuk tanaman padi
(titik tumbuh). Untuk dapat masuk ke bahagian tersebut larva bergerak masuk
melalui antara celah-celah pelepah daun dengan batang.
Siklus Hidup
Faktor iklim terutama kelembaban sangat berpengaruh terhadap
perkembangan serangga ini. Siklus hidupnya antara 26 – 35 hari. Stadium telur
berkisar 3 – 5 hari, larva 15 hari, stadium prapupa 5 hari dan stadium pupa 5
hari. Serangga dewasa betina dapat hidup sekitar 3 hari, sedangkan yang
jantan hanya hidup 12 sampai dengan 18 jam.
Serangga hama ini aktif pada malam hari dan tertarik pada
cahaya. Pada waktu siang hari bersembunyi diantara tanaman padi. Serangga
dewasa keluar dari puru-puru bahagian pucuk tanaman pada malam hari. Setelah
kawin serangga betina dapat meletakkan telur pada daun tanaman antara 96 – 168
butir. Telur akan menetas dalam waktu 3 – 5 hari umumnya menetas pada pukul 3
– 4 pagi. Larva yang keluar dari telur inilah yang berbahaya dan merusak titik
tumbuh tanaman shingga padi tidak tumbuh normal.
Pengendalian
Pengendalian hama ini dianjurkan dilakukan sesuai prinsip
Pengendalian Hama Terpadi (PHT). Prinsip PHT pada dasarnya merupakan pengendalian
hama dengan menggunakan pendekatan
secara ekologi. Ada beberapa langkah pengendalian hama ini yaitu:
·
Penerapan
teknologi usahatani yang benar. Menggunakan benih yang tahan, persemaian
tepat cara dan tepat waktu, tabur benih
jarang, pemindahan ke lapangan umur benih tidak lebih 15 hst, tanam serentak
dalam kawasan tertentu, jarak tanam yang sesuai (jarak tanam jarang sehingga
kelembaban dapat dikurangi) dan pemupukan berimbang. Komponen usahatani
tersebut perlu dilakukan secara teliti, benar dan bersama-sama dalam
kelompok.
·
Sanitasi
lahan sawah dan sekitarnya dari tanaman inang dengan baik.
·
Melindungi
serangga predator dan serangga parasit yang hidup di sawah seperti. Jenis
predator lihat.
·
Jika
serangan berat dapat dikendalikan dengan insektisida yang tepat. Yang penting
pengendalian dengan insektisida harus diperhatikan jenis yang cocok, dosis
yang tepat, dan benar cara penyemprotannya.
(Eshar, 2013).
------------------------------000000000000-------------------------------------
4. MENGENAL
HAMA PENGGEREK BATANG PADI
Hama penggerek batang merupakan kelompok hama utama yang
sering merusak tanaman padi dalam luas areal yang tidak sedikit. Penggerek
batang padi termasuk hama klasik karena
sejak 1912 hama ini telah mengganggu tanaman padi di Indonesia.
Daerah penyebaran
Daerah penyebaran hama penggerek tergolong sangat luas
hampir di seluruh dunia di mana ditanam tanaman padi ada hama ini. Umumnya,
hama penggerek akan berkembang dengan baik di daerah tropika, sedangkan di
daerah sub tropic hidup dengan suhu di atas 10 oC dan curah hujan
diatas 1000 mm.
Aktivitas ngengat penggerek menjadi sangat tinggi pada suhu 21 - 30 oC dengan
kelembaban 82 %. Hama ini akan meletakkan telur
paling banyak pada hari hujan dengan suhu tinggi. Ngengat penggerek padi
tertarik pada cahaya. Anginpun akan membantu penyebaran hama ini dengan cepat.
Jenis hama penggerek padi
Mula-mula hama penggerek padi dikenal hanya hama
penggerek padi putih. Kemudian setelah diteliti secara mendetil dijumpai ada 6
jenis hama penggerek padi yaitu penggerek padi kuning (Scirpophaga incertulas), penggerek padi putih (S. innotata), penggerek
padi merah jambu (Sesamia inferens),
penggerek padi bergaris (Chilo
supressalis), penggerek padi berkepala hitam (C. polychrysus), dan
penggerek padi berkilat (C. auricilius).
Penggerek padi kuning merupakan penggerek yang luas
penyebarannya. Hampir seluruh Indonesia hama penggerek ini dijumpai, walaupun
demikian hama penggerek lain juga jangan diabaikan karena daerah serangannya
juga tergolong luas dengan kerusakan yang tidak sedikit. Hampir semua hama
penggerek padi tergolong dalam ordo
Lepidoptera, family Pyralidae dan Nuctuidae.
Umumnya, penggerek padi dari family
Pyralidae mempunyai tanaman inang yang khusus sedang dari family Nuctuidae memiliki banyak tanaman
inang. Secara visual jenis ngengat dari hama penggerek padi seperti gambar
berikut.
Daur hidup
Hama dewasa dalam bentuk ngengat. Ukuran panjang
ngengat 1.5 – 2 cm. Ngegat aktif pada malam hari dan meletakkan telur
berkelompok pada daun padi (pukul 19.00 – 22.00). Setiap kelompok telur berisi
50 – 150 butir, dan seekor ngengat betina mampu betelur sampai 600 butir. Siang
hari ngengat bersembunyi dibawah daun atau pada rumput-rumputan. Daur hidup
hama penggerek padi adalah stadium telur 5 – 10 hari, larva 22 – 45 hari, pupa
6 – 11 hari, imago 5 – 10 hari sehingga umur siklus hidup hama ini antara 19 –
70 hari.
Larva yang keluar setelah telur menetas merupakan fase
berbahaya bagi padi. Larva akan menggerek melalui daun masuk kepelepah dan
terus kebawah. Larva menggerek batang mulai dari atas ke pangkal. Akibat
gerekan pertumbuhan tanaman terganggu sehingga menimbulkan gejala sundep (pada tanaman muda) dan beluk pada fase pertumbuhan generative.
Sebagian jenis hama ini setelah mencapai batang
membungkus dirinya dengan kokon sehingga menjadi pupa. Pupa ini dijumpai di
dalam pangkal batang atau diantara pelepah dan batang
Dengan diketahui sifat dan daur hidup dari hama
penggerek batang padi sehingga penyuluh dan petani dapat mengambil
langkah-langkah pencegahan, dan jika terjadi serangan akan segera mengatasinya
secara dini.
(Eshar,
2013).
-----------------------------------------
0000000 ----------------------------------------
5. PENGENDALIAN
PENGGEREK BATANG PADI
Hama penggerek batang tergolong hama penting dalam usahatani padi,
karena kerusakan yang ditimbulkannya tidak sedikit. Hama ini pada serangan
berat dapat merusak tanaman puluhan hektar dan tidak dapat memberikan hasil.
Larva penggerek dapat mengganggu pertumbuhan anakan padi,
menghambat pertumbuhan tanaman, dan pembentukan bulir gabah tidak sempurna.
Kerusakan yang terjadi pada tanaman muda masih dapat diperbaiki dengan tumbuh
anakan baru tetapi sangat kurang, sedangkan serangan pada tanaman tua tidak
dapat diperbaiki lagi. Kehilangan hasil akibat penggerek padi sekitar 10-15 %.
Pengelolaan
cara bercocok tanam yang kurang baik menyebabkan perkembangan hama ini terus
berkanjut. Ada beberapa penyebab sehingga hama penggerek sulit diatasi yaitu
penanaman tidak serentak, pengunaan varietas peka, jarak tanam yang tidak
teratur dan penggunaan pupuk urea yang berlebihan.
a.
Pemupukan
Nitrogen berlebih.
Penggunaan
pupuk N yang berlebih menyebabkan ngengat akan meletakkan telur lebih banyak
pada daun dan perkembangan larva lebih baik. Akibatnya larva lebih berhasil
menggerek tanaman karena tanaman sekulen.
b. Varietas peka.
Varietas
yang memiliki sifat-sifat fisiologi seperti kandungan air dan pati yang tinggi
lebih disukai penggerek.
c.
Jarak tanam.
Pertanaman padi dengan jarak
tanam jarang dapat mengurangi kelembaban sehingga mengganggu kehidupan
larva.
Masa
kritis tanaman padi
Ada beberapa tahapan tanaman padi yang tergolong masa sangat
kritis bagi penggerek padi yaitu:
a.
Fase persemaian. Ngengat yang bertelur
dipersemaian dapat merusak bibit dalam jumlah besar, dan jika dipindahkan
kelapngan maka tanaman akan menberikan gejala sundep, pertumbuhan tertekan
dan tidak menghasilkan.
b. Fase
pertumbuhan anakan. Gejala yang
ditimbulkannya adalah gejala sundep. Larva yang ada dibatang bertahan untuk
menjadi pupa. Pupa ini terletak dibahagian pangkal tanaman dan sulit diatasi.
c.
Fase bunting dan berbunga. Gejala yang muncul adalah
gejala beluk.
Cara
pengendalian
Pengendalian hama penggerek batang padi berpedoman pada prinsip pengendalian
hama terpadu (PHT). Pengendalian secara PHT suatu usaha menurunkan populasi
hama sampai batas yang tidak merugikan. Caranya mengkombinasikan beberapa
pengendalian yang saling menunjang, mudah dilakukan dan memberi keuntungan
maksimal serta aman terhadap lingkungan.
Ada beberapa cara dianjurkan yaitu:
a.
Perbaikan
pola tanam dan tanam serentak. Lakukan juga pergiliran tanaman dengan tanaman
bukan padi dan bukan inang. Didaerah endemis gunakan varietas yang tahan dan
lakukan pengawasan dengan baik.
b. Pengendalian secara fisik dan mekanik.
Pengenadalian ini dilakukan dengan mengumpulkan telur melalui membuang daun
tempat diletakkan telur, dan jika telah terserang genangi lahan setinggi 10 –
15 cm selama 1 minggu. Tujuannya adalah mempercepat tanaman terserang hancur,
larva dan pupa mati serta mempercepat tumbuh anakan baru.
c.
Eradikasi. Tanaman yang terserang berat dimusnahkan dan bakar.
d. Pemanfaatan
musuh alami. Lepaskan jusuh alami di lahan sawah sehingga dapat mengendalikan
telur, larva dan pupa hama penggerek. Jenis musuh alami lihat gambar.
e. Penggunaan
insektisida. Pada serangan berat dapat digunakan insektisida. Aplikasi
insektisida dilakukan secara bijaksana sehingga tidak menimbulkan pencemaran
terhadap lingkungan dan memusnahkan makhluk lainnya.
Didaerah
endemis dapat dilakukan penyemprotan insektisida karbofuran 3% dengan dosis
17 kg/ha pada saat sebelum tanam dengan cara menaburkan merata dan membenamkan
di dalam tanah.
JIka
digunakan insektisida dengan aplikasi semprot, lakukanlah pada saat telur
baru menetas dan larva belum masuk kepelepah.
(Eshar, 2013).
-------------------------------00000000000000---------------------------------
6. MENGENAL PENYAKIT UTAMA TANAMAN PADI
DISEBABKAN OLEH CENDAWAN
Banyak penyuluh dan petani merasa sulit
membedakan gangguan pada tanaman padi yang disebabkan oleh hama, penyakit,
lingkungan atau kekurangan hara. Keraguan itu karena gejala antara berbagai
jenis penyakit hampir sama. Akibatnya terjadi pula keraguan dalam mengambil
langkah-langkah penanganan.
Untuk
memperjelas tanda-tanda dan gejala yang mudah dilihat berikut disajikan secara
ringkas.
1. Penyakit
Blast.
Disebabkan oleh cendawan Pyricularia oryzae. Gejalanya: daun
padi terjadi bercak berbentuk elip dimana bahagian kedua ujungnya lebih
runcing. Mula-mula adanya bintik kecil warna hijau gelap atau abu-abu
kebiruan. Bercak berkembang tepinya berwarna coklat dan bahagian tengah
berwarna putih keabuan dengan panjang 1-1.5 cm dan lebar 0.3-0.5 cm. Cendawan
ini juga menyerang batang, malai dan kulit gabah. Kerugiannya produksi rendah
bahkan malai hampa.
2.
Busuk batang.
Disebabkan oleh cendawan Helminthosporium
sigmoideum. Gejalanya: terjadi bercak seludang warna gelap. Bercak terus
melebar dan menjalar ke batang sehingga
batang lemah/rebah. Kerugian produksi rendah bahkan puso.
3.
Hawar pelepah.
Disebabkan oleh Rhizoctonia solani. Gejalanya: terjadi bercak pada pelepah daun sampai ke
daun bendera warna abu-abu kehijauan bentuk bulat panjang (oval) atau elips. Bercak
mulai pada daun bahagian bawah terus ke atas.
Keadaan lanjut bercak tumbuh memanjang 2-3 cm warna putih abu-abu dengan tepi warna coklat
dengan miselia cendawan menjalar
dipermukaan daun atau pelepah. Pada serangan berat seluruh daun rusak (hawar).
4.
Bercak daun coklat.
Disebabkan oleh Bipolaris
orizae. Gejala: ada bercak coklat
pada daun dan kulit gabah bentuk oval menyebar merata di permukaan daun. Jika
telah lanjut berwarna coklat bagian tengah abu-abu dengan ukuran 1 cm.
5. Bercak
daun coklat bergaris
Disebabkan oleh Cercospora
oryzae. Gejalanya: infeksi awal bercak kecil memanjang, kemudian menjadi
coklat merata, ditepi coklat kemerahan dan bahagian tengah abu-abu. Serangan
berat daun mengering.
6.
Penyakit Stackburn.
Disebabkan oleh Trichoconis
caudate. Gejalanya: adanya bercak coklat gelap pada daun. Tepinya melingkar
seperti cincin. Penyakit ini dapat merendahkan produksi.
7.
Noda palsu.
Disebbabkan oleh Ustilaginoidea
virens. Gejalanya: malai padi rusak. Infeksi terjadi saat tanaman berbunga.
Pada bulir padi terdapat kelompok spora, dan jika matang penyebarannya cepat
karena dibawa angin. Penyakit ini menyebabkan gabah hampa.
8.
Busuk pelepah.
Disebabkan oleh Sarocladium
oryzae. Gejalanya: menyerang pelepah
pembungkus malai. Pelepah berwarna coklat dan jika serangan berat malai tidak
keluar.
9.
Leaf scald.
Penyebabnya Gerlachia oryzae.
Gejalanya timbul bercak coklat menyebar, sel daun rusak dan mengering.
(Eshar, 2013).
--------------------------000000000000000000000--------------------------------
7. PENYAKIT PADI DISEBABKAN OLEH
BAKTERI
Untuk meningkat produktivitas usahatani padi banyak
hal perlu diwaspadai secara dini.
Diantara berbagai macam gangguan, yang paling umum dialami adalah gangguan
hama, penyakit maupun gangguan iklim. Gangguan penyakit tanaman sering
terabaikan sehingga kerugianpun akan diterima petani tidak sedikit.
Penyakit tanaman
padi yang disebabkan oleh bakteri misalnya, secara kasat mata tidak berbeda
jauh dengan penyait lainnya. Tetapi bagi seorang penyuluh pertanian dan KTNA,
perlu mengetahui gejala detil dari setiap serangan hama penyakit sehingga
lebih mudah mengambil langkah-langkah untuk mengatasinya secara tepat. Untuk
tujuan tersebut, secara garis besar disajikan beberapa penyakit padi yang
disebabkan oleh bakteri serta gejala-gejalanya yang mudah dilihat.
1. Hawar daun bakteri.
Disebabkan
oleh bakteri Xanthomonas camprestris.
Gejalanya: timbul bercak yang dimulai dari dari pinggir daun dekat pucuk. Bercak yang baru berwarna hijau
pucat sampai hijau kelabu. Bercak akan berkembang dan meluas warnanya berubah
menjadi putih sampai kuning dapat m,enutupi seluruh permukaan daun. Gajala ini
juga dijumpai pada seludang daun dan masuk sampai ketitik tumbuh sehingga tanaman
tumbuh kerdil.
2. Bakteri daun bergaris.
Disebabkan oleh Xanthomonas
oryzae. Gejala serangan dijumpai hanya terbatas pada daun. Mula-mula
terlihat bercak seperti garis berair diantara tulang daun dan secara bertahap
warnanya berubah menjadi kuning atau jingga. Gangguan penyakit ini terjadi
kurang efektifnya fotosintesa tanaman sehingga produksi menjadi menurun.
3. Bakteri garis merah
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Pseudomonas sp. Gajalanya, muncul pada
daun kadang-kadang pada bahagian pelepah daun terutama pada fase pembungaan.
Gejala awal biasanya pada stadium anakan maksimum, sedangkan pada fase
pembungaan gejala terlihat pada daun bendera, daun kedua dan ketiga dari atas.
Gejala awal timbul bercak pada daun
berbentuk bulat atau bulat telur, warna merah kekuning-kuningan atau merah
coklat kekuning-kuningan. Setelah mencapai diameter 3-5 mm bercak berkembang
memanjang kea rah pangkal daun sehingga membentuk garis-garis memanjang
berwarna merah kekuning-kuningan dan kemudian mongering.
Akibat serangan bakteri ini masa
pembungaan tidak sempurna, sehingga proses pematangan bulir padi menjadi tidak
serentak. (Eshar, 2013).
---------------- 0000
---------------------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar